Reviewed by Mira Rahmawati (09301244016)
Pendidikan Matematika Swadana
Saat ini, studi pelajaran matematika dan ilmu
pendidikan di Indonesia terinidasi rendah, ditunjukkan oleh hasil EBTANAS di
sekolah dasar dan sekolah menengah. Penurunan prestasi belajar anak ini, bisa
saja dikarenakan; a) kurangnnya guru menguasai keterampilan proses
pembelajaran, b) isi dan kurikulum matematika terlalu padat, c) waktu ketentuan
administrasi terlalu banyak mengkonsumsi waktu guru, d) kuarangnya SDM yang
berkualitas dan fasilitas memadai.
Kekurangan komponen tersebut, menunjukkan
ketidakcocokan antara tujuan pendidikan dan kurikumum. System pendidikan pun
mempengaruhi ketidakpuasaan, karena hanya menilai kemampuan konitif anak saja. Selain itu juga, yang perlu diperbaharui yaitu
kualitas guru mesti ditingkatkan, tidak ada system yang tepat tentang pensiunan
guru hingga masih banyak guru yang belum pensiun, serta kurangnya pengawasan
proses pembelajaran di kelas. Dalam bidang kurikulum, ditemukan masih banyak guru kesulitan dalam
menganalisis isi pedoman untuk program pengajaran, sejumlah topic belum
dikuasai guru, banyak siswa menganggap matematika itu sulit, dan guru kesulitan
memilih metode yang tepat untuk mengajar.
Kondisi seperti itu, mengakibatkan banyak
terjadinnya studi bandingdan jalinan kerjasama dengan pihak luar (hubungan
Internasional) untuk system pendidikan yang cocok diterapkanuntuk pelajaran
matematika. Misalnnya hasil rundingan para guru di Universitas Melbourne, yaitu
mendefinisikan peran guru, guru dituntut lebih keratif memberikan stimulus
kepada siswa agar pembelajaran lebih menarik dan guru harus bisa memfasilitasi
kebutuhan siswa terpenuhinnya pelajaran, mendefinisikan peran kepala sekolah
untuk mendukung pengembangan profesional guru dengan cara guru menghadiri dan
berpartisipasi dalam karya ilmiah dan pelatihan guru, juga mempromosikan
manajemen berbasis sekolah, serta mendefinisikan peran pengawas agar mampu
melakukan supervise dengan baik, peningkatan otonomi guru dalam menerapkan
metode pembelajaran yang menarik dan terpusat pada siswa sehingga, dapat
mengimplemetasikan kurikulum yang lebih sederhana dan fleksibel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar