Kamis, 10 November 2011

DEVELOPING MATHEMATICS EDUCATION IN INDONESIA BY Dr. Marsigit


Reviewed by Mira Rahmawati (09301244016) Pendidikan Matematika Swadana

Saat ini, studi pelajaran matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia terinidasi rendah, ditunjukkan oleh hasil EBTANAS di sekolah dasar dan sekolah menengah. Penurunan prestasi belajar anak ini, bisa saja dikarenakan; a) kurangnnya guru menguasai keterampilan proses pembelajaran, b) isi dan kurikulum matematika terlalu padat, c) waktu ketentuan administrasi terlalu banyak mengkonsumsi waktu guru, d) kuarangnya SDM yang berkualitas dan fasilitas memadai. 
Kekurangan komponen tersebut, menunjukkan ketidakcocokan antara tujuan pendidikan dan kurikumum. System pendidikan pun mempengaruhi ketidakpuasaan, karena hanya menilai kemampuan konitif anak saja. Selain  itu juga, yang perlu diperbaharui yaitu kualitas guru mesti ditingkatkan, tidak ada system yang tepat tentang pensiunan guru hingga masih banyak guru yang belum pensiun, serta kurangnya pengawasan proses pembelajaran di kelas. Dalam bidang kurikulum,  ditemukan masih banyak guru kesulitan dalam menganalisis isi pedoman untuk program pengajaran, sejumlah topic belum dikuasai guru, banyak siswa menganggap matematika itu sulit, dan guru kesulitan memilih metode yang tepat untuk mengajar.
Kondisi seperti itu, mengakibatkan banyak terjadinnya studi bandingdan jalinan kerjasama dengan pihak luar (hubungan Internasional) untuk system pendidikan yang cocok diterapkanuntuk pelajaran matematika. Misalnnya hasil rundingan para guru di Universitas Melbourne, yaitu mendefinisikan peran guru, guru dituntut lebih keratif memberikan stimulus kepada siswa agar pembelajaran lebih menarik dan guru harus bisa memfasilitasi kebutuhan siswa terpenuhinnya pelajaran, mendefinisikan peran kepala sekolah untuk mendukung pengembangan profesional guru dengan cara guru menghadiri dan berpartisipasi dalam karya ilmiah dan pelatihan guru, juga mempromosikan manajemen berbasis sekolah, serta mendefinisikan peran pengawas agar mampu melakukan supervise dengan baik, peningkatan otonomi guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang menarik dan terpusat pada siswa sehingga, dapat mengimplemetasikan kurikulum yang lebih sederhana dan fleksibel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar