Senin, 14 Januari 2013

Filsafat dan Matematika




1.     Bagaimana belajar ilmu ikhlas, dalam kenataannya susah untuk merealisasikannya?
Ilmu ikhlas, berasal dari beberapa pengalaman, karena saya berada lebih tua dari kalian, dan berada dalam lingkungan akademik, pengalaman social, pengalaman pribadi, pengalaman filsafat dan pengalaman keluarga.
Hubunganya meningkatkan kualiats beribadah. Ritual ikhlas. Berbicara untuk diriku sendiri. Memposisikan diri saya orang yang belum sempurna masih tetap belajar. Maka dari itu, hidup itu haruslah seimbang, untuk urusan dunia dan akherat haruslah seimbang juga. Mencari keikhlasan membutuhkan guru spiritual jika kita belum mampu belajar sendiri.
Abu Bakar Shidiq belajar dengan Rosullulloh, sehingga untuk meningkatkan kualiatas diri dan semata-mata mencari keridoan Alloh SWT, maka carilah guru spiritual.
2.     Berfikir itu reseach dan pengalaman.
Research itu Analitik, sintetik itu pengalaman. Analitik itu subjek sama denagn predikat. Didunia ini tidak ada subjek sama dengan predikat itu hanya dipikiran. Hanya Tuhan saja yang bisa. Manusia tidak akan sama dengan namanya. Berbeda dengan Matematika. matematika itu pengadaian, karena matematika itu dimisalkan.

3.     Bagaimana cara untuk meraih intuisi?
Hidup ini 80%-90% mengandung intuisi. Kapan kita mengetahui ukuran besar dan kecil. Tidaklah semua hal didunia itu bisa didefinisikan karena tidak tahu dari mana kita melihatnya. Intuisi diperoleh dari cara interaktif. Dan anak kecil itu belajarnya berinduk.
Jika intusis sebagai prodak yaitu mitos. Mitos itu artinya dia tidak mengerti tetapi melakukan. Maka filsaat itu untuk orang dewasa. Artinya sedapar-dapat kalian mengerti melakukannya. Shalat saja bisa jadi mitos kalau kalian tidak mengerti manfaat dan tujuan shalat itu. Mitos itu ada dimana-mana. Tetapi tidak semua mitos itu jelek. Anak kecil belajar dengan mitos, jika pada hewan mitos itu adalah insting.
Matematika murni juga mengguankan intuisi, namnay intuisi murni. Sehingga intuisi itu penting. Nah, nantinya kalau matematika sekolah intuisinya berpegangan pada hakekat matematika sekolah. Bukan didefinisikan matematika sebagai ilmu, karena anak SMP matematikanya adalah melakukan kegiatan. 

BERFIKIR ALAMI DAN BERFIKIR ILMIAH



Berfikir alami yaitu intuisi. Berfikil ilmiah atau kebijakan matematika yang formal. Berfikir amali adalah berpikir biasa, berpikir yang sumbernya campur, tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, pola-pola di dalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, Menggunakan unsur-unsur primitive. Tidak perlu didefinisikan. Berfikir ilmiah seperti; sainstific paper, maka alirannya sainstificsem. Sainstific yang berkembang lebih lagi yaitu research.
Research itu Analitik, sintetik itu pengalaman. Analitik itu subjek sama denagn predikat. Didunia ini tidak ada subjek sama dengan predikat itu hanya dipikiran. Hanya Tuhan saja yang bisa. Manusia tidak akan sama dengan namanya. Berbeda dengan Matematika. matematika itu pengadaian, karena matematika itu dimisalkan.
Belajar filsafat itu, belajar semakin hidup. Di dalam filsafat menemukan akuntabel. Akuntabel seperti diberi amanah, apakah dapat dipercaya atau tidak.  Hidup ini 80%-90% mengandung intuisi. Kapan kita mengetahui ukuran besar dan kecil. Tidaklah semua hal didunia itu bisa didefinisikan karena tidak tahu dari mana kita melihatnya. Intuisi diperoleh dari cara interaktif.
Matematika murni juga mengguankan intuisi, namanya intuisi murni. Sehingga intuisi itu penting. Matematika sekolah intuisinya berpegangan pada hakekat matematika sekolah. Bukan didefinisikan matematika sebagai ilmu, karena anak SMP matematikanya adalah melakukan kegiatan. 

FILSAFATKU

          Filsafat merupakan pola pikir, berfikir kritis, metode berfikir, macam-macam pikiran, macam-macam metode berfikir, bentuk-bentuk berfikir dan sebagaian lagi dari pengalaman kita. Pola fikir yang seperti apa? Pola pikir yang memilah mana baik dan buruk serta mengkondisikan dengan keimanan yang ada, karena tingkatan yang paling tinggi dari filsafat adalah spiritual. Manfaat yang dapat diperoleh dari pola berpikir yaitu mengkedepankan akal logis dan mempelajari kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan teratur.  Dapat diartikan juga dengan proses rohani atau kegiatan rohani yang berada dalam rangka bertanya dan berusaha untuk memperoleh jawaban. Berpikir merupakan upaya untuk memecahkan masalah. Sering juga disebut berpikir refleksif. Berpikir refleksif berarti terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus menjadi pusat perhatian.
Ketika mempelajari metode filsafat yang disampaikan oleh Bapak Dr.Marsigit pada perkuliahan filsafat kemarin, kita diajarkan untuk memahami metode hidup sehari-hari yang dirangkum dengan cara filsafat, karena berfilsafat setiap orang pasti berbeda-beda dan berfilsafat adalah hak setiap orang. Secara absolute sesuai dengan khadist dan terakhir norma-norma. Selama kita berfikir urusan manusia itu dunia walau mereka berfikir sedikit tentang akherat. 
Filsafat sebagai metode hidup, yakni pengalaman hidup atau melakukan pekerjaan di masa kehidupan, seperti kita doa, beribadah, dan bertanya. Ingin mengetahui filsafat harus banyak pertanyaan atau mengajukan pertanyaan. Banyak permasalahan dan mencari solusi dari permasalan tersebut serta memberikan argumentasi untuk permasalahan tersebut itulah metode hidup filsafat. Bahasa filsafat yang digunakan adalah bahasa analogi yang artinya filsafat menjelaskan suatu hal atau permasalahan secara analogi melalui peristiwa tertentu, bukan sekedar kiasan, sindiran ataupun nyindir jika diberikan muatan negatif. Objek filsafat adalah kendala yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam pikiran dan ada didalam pikiranku yang mengatakan dunia itu urusan manusia atau urusan fikiran. Setinggi-tingginya kita berpikir, berilmu, kemajuan teknologi, sombong mempelajari filsafat jangan pernah goyah keimanan kita, karena perbandingan berfilsafat dan spiritual yaitu 1:10. Jika kita berfikir filsafat maka kita harus melakukan spiritual sebanyak 10 kali.  Jika tidak seperti itu, kita tidak bisa kembali selamanya tidak akan kembali.
Filsafat itu peduli dengan ruang dan waktu, aturan, dan komitmen. Ilmu pengetahuan karena objek dari filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada.
Apa yang dimaksud dengan Ruang. Ruang di sini adalah dimensi, contohnya dimensi 1,2,3,4 … ruang secara exomatis menurut orang awam. Aksioma-akismoma menurut Normative. Dengan demikian, material, formal, normative dan spiritual ini juga dapat dikatakan sebagai ruang. Dosen mahasiswa itu ruang, maka yang ada dan mungkin ada mempunyai dimensi ruang. Berfilsafat itu mempunyai keterampilan menembus ruang-ruang yang ada. Kemampuan orang berbeda sehingga setiap orang dapat menembus ruang dan waktunya masing-masing.
Apa yang dimaskud Waktu. Menurut Immanuel kant yaitu berkelanjutan, berurutan, berkesatuan. Untuk bisa memahami ruang kita menggunakan waktu, bisa memahami waktu menggunakan ruang. Jam itu ruang bisa menunjukan waktu, ini pagi atau sore waktu menunjukan ruang. Kita wujudkan menurut filsafat secara normative.
Ada 2 macam metologi jika menebus ruang dan waktu, yaitu:
1.      Pemahaman kita tentang phenomenology
Tokohnya Huseer, idealisasi dan abstraksi. Idealisasi menganggap sempurna sifat yang ada karena di dunia itu tidak ada yang sempurna. Abstraksi adalah kodrat manusia. Abstraksi itu reduksi. Jadi  akan berkaitan anatara idealisasi dengan abstraksi.
Setiap hari kita melakukan reduksi, kita bisa melihat yanga da di depan kita tetapi dibelakangmu tidak. Untuk memilih mana yang layak engkau pandang, dan hari ini pandangan kalian memandang dosenmu.
Hakekat manusia itu reduk (terpilih). Kita mati sudah ditentukan juga. Sudah korespondensi satu-satu (onto atau bijektif). Namun hidup ini kontradiksi saling hidup melengkapi diri, misalnya (ilmu anda, gelar anda, isi rumah) sebenar-benarnya hidup berbarengan dengan kontradiksi.
2.      Phondasionalisme dan antiphodasionalisme (intuisi)
Tokonya Hilbert, sebelumnya barang siapa yang menetapkan permulaan yang mempunyai permulaan atau yang mampu mengingat permulaan, maka seluru kaum beragama itu adalah phondasionalisme atau disebut kausa prima (sebab yang utama) adalah Tuhan.
Kesombongan phondasionalisme itu akan membuat berantakan. Apa dampak dari phondasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Cintaku kepada istriku tidak dapat aku definisikan dan sampai sekarangpun aku belum bisa mendefinisikan. Cinta itu intuisi. Apa yang dimaksud dengan Intuisi? Intuisi adalah keberadaan yang tidak bisa menentukan permulaan, diantaranya;

Sejak kapan anda membedakan besar dan kecil?
Sejak kapan adan membedakan tinggi dan rendah?
Sejak kapan adan membedakan jauh dan dekat?

Dari pertanyaan itu kita tidak dapat menjawabnya. Nah, itu yang dikatakan intuisi. Hal yang mengganggu intuisi adalah badan tidak sehat, salah pergaulan, sensitive dan emosi. Jadi hidarilah sebisa mungkin kondisi seperti itu.
Berfikir filsafat tidak akan ada habisnya. Karena filsafat itu olah pikir reflesif. Banyak pertanyaan yangs etiap orangpun dapat menjawabnya dengan filsafatnya masing-masing, seperti; Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apakah perbedaan dari berpikir biasa, ilmiah dan berpikir filsafat, berfikir biasa itu berpikir orang biasa sumbernya campur,orangnya juga campur tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya dan berpikir filsafat itu sama yang membedakan objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, pola-pola di dalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, dan berpikir filsafat itu adalah merangkum dari semua berpikir dan berfilsafat ilmu dan tidak lepas dari ilmu pengetahuan sedangkan kualitas dari berpikir biasa itu dapat dipercaya pada kualitas satu.
Mengapa filsafat tidak bisa lari dari filsafat. Jangankan para filsuf, bagi orang yg berfikirpun tidak akan lari dari filsafat , bahkan orang yg tidak berfikir filsafat padahal dia sedang berfilsafat. Filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.
Berapa banyak kebutuhan yang dibutuhkan oleh filsafat, kebutuhan filsafat masih banyak  selagi dirimu membutuhkan karena filsafat adalah dirimu sendiri.
Apa baik dan benar menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran pikiran bersifat konsistensi.
Apa penyakit hati menurut filsafat, penyakit hati obatnya dengan berdoa, sedangkan penyakit filsafat yaitu berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada.
Apa perbedaan tujuan dan cita-cita. Tujuan adalah fakta. Unsur datanya potensi dan fakta. Anda lahir itulah fakta, potensi adalah fakta yg belum terwujud. Jika dipikirkan hal itu akan bertingkat-tingkat, seberapa jauh tujuan itu relefan, tujan hidup sampai tujuan makan. Tujuan pasti berbeda-beda maka terapkanlah hal tersebut itu tempat berbeda.
Apakah bisa berfikir tanpa pengalaman?bisa. contohnya; Takut tidak dengan harimau padahal belum pernah berdekatan dengan hewan itu. Dan adakah pengalaman tanpa berpikir? gunanya filsafat pengalaman kita dipikirkan. Sebagain besar orang tidak mampu melakukan pemikiran, sehingga kekuatan orang berpikir jikalau mereka mau berpikir.
Bagaimana agar cita sejati biar tidak memudar, jika cinta itu pada Ilahi apalah daya manusia untuk menuntikan sifat dalam pikiran itu.  Setiap orang mendefinisikan cinta dengan berbeda-beda dan konteksnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran filsafat kita dapat mengerti bahwa filsafat itu apa, siapa dan untuk apa. Sebenar-benarnya filsafat adalah diri kita sendiri. Semua yang ada dan mungkin ada hanya dapat diselesaikan oleh diri kita sendiri. Bagaimana kita berfikir, memandang suatu permasalahan, sampai menyelesaikan permasalahan tersebut.  Jadi, hidup adalah filsafat kita. 

Rabu, 10 Oktober 2012

FILSAFAT ADALAH OLAH PIKIR REFLEKSIF


Berpikir refleksif berarti terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus menjadi pusat perhatian.
            Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apa baik dan benar menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran pikiran bersifat konsistensi.
Apa merenung menurut filsafat, kata merenungkan, itu dari sikologis, jika dimensinya diturunkan sama saja dengan berkaca dalam kehidupan sehari-hari. Ada cerminnya, sering digunakan dalam arti maya dan lebih rendah lagi yaitu bertinju segala yang ada dan yang mungkin ada itu menurut filsafat. Dalam konteks ini, Setinggi orang merenung, saya artikan merenung berpikir. Merenung repleksif.
Hakekat cinta sebagian tersembunyi dalam renung hatimu. Kata cinta juga kadang tidak mampu untuk diungkapakan. Jangan pernah kita merasa belajar filsafat sehingga mau merenungkan semua yang ada dalam urusan hati.
Menalurkan amarah, yang ada dan mungkin ada itulah objek berpikir. Ada di dalam, luar dan hatimu. Sama saja dengan pertanyaan. Amarah dalam pikiranmu, membicarakan sesuai arah dalam pikiranmu. Khakekat dari pada ilmu amarah dari masing-masing komponennya. Idenya silahkan amarahkan agar mendapatkan ilmu. Jangan sampai amarah di dalam hati. Bagaimana menjelaskan amarah dalam pikiran, apa yang kita lakukan sekarang berdiskusi ini sedang menjelaskannya. Amarah diluar pikiranku sudah spontanitas. 
Apa unsur terpenting dalam pendidikan karakter, mendefinisikan karekater dari siapa untuk siapa. Parsial, mempunyai motif. Karakter dosen dan mahasiswa berbeda dari apa yang dipikirkan. Tidak lain menurut filsafat yaitu sifat yang menempel dari objek. Ada bentuk operasional atau aktifiatsnya, ada usahanya. Menjatuhkan karekater sama saja menjatuhkan bom nuklir di kota Hirosima. Jangan memposisikan dirimu mendapatkan filsafat dari pak Marsigit. Melemahkan potensimu dengan membangun fasilitas bagi mahasiswaku dengan adanya blog dan elegy. Unsur utama menjatuhkan karakter adalah kuasa. Karakter awalanya dari physikologi.
Filsafat itu olah pikir refleksif, yang ada dan mungkin ada. Bagaimana jika hati dan pikiran bertentangan. Kritisilah hatimu dengan pikiran anda dan batasilah pikiran dengan hatimu.
Bagaimana jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, komponen kehidupan potensi dan fakta. Ketahuilah setiap fakta itu adalah potensi. Sebenar-benarnya hidup adalah potensi dan fakta. Tidak akan sama potensi dengan faktanya. Potensi pun kadang tidak sama dengan potensi. Filsafat ruang dan waktu seperti; angka 2 saja bisa berbeda 2 pertama dan 2 kedua.  Maka dari itu, dalam keadaan apapun jadikanlah hatimu selalu bersyukur.  

FILSAFAT RUANG DAN WAKTU

Filsafat itu peduli dengan ruang dan waktu, aturan, dan komitmen. Ilmu pengetahuan karena objek dari filsafat adalah yang ada yang mungkin ada. Filsafat itu oleh pikir mereka. Ini ada meliputi semua hal. Filsafat itu halus, lembut dan pada udara.
            Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apakah perbedaan dari berpikir biasa,ilmiah dan berpikir filsafat, berfikir biasa itu berpikir orang biasa sumbernya campur,orangnya juga campur tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya dan berpikir filsafat itu sama yang membedakan objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, polapoa didalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, dan berpikir filsafat itu adalah merangkun dari semua berpikir dan berfilsafat ilmu dan tidak lepas dari ilmu pengetahuan sedangkan kualitas dari berpikir biasa itu dapat dipercaya pada kualitas satu.
Mengapa filsafat tidak bisa lari dari filsafat. Jangankan para filsuf, bagi orang yg berfikirpun tidak akan lari dari filsafat , bahkan orang yg tidak berfikir filsafat padahal dia sedang berfilsafat. Filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.
Berapa banyak kebutuhan uyang dibutuhkan oleh ilsafat , kebutuhan filsafat masih banyak  selagi dirimu membutuhkan karena filsafat adalah dirimu sendiri.
Apa baik dan benar menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran pikiran bersifat konsistensi.
Apa penyakit hati menurut filsafat, penyakit hati obatnya dengan berdoa, sedangkan penyakit filsafat yaitu berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada.
Bagaimanan sikap kita kepada orang yg tidak suka pada kita? Istigfar. Berkaryalah melalui karya dan disenangi dengan orang  yang tidak menyukai kita.
Apa perbedaan tujuan dan cita-cita. Tujuan adalah fakta. Unsur datanya potensi dan fakta. Anda lahir itulah fakta, potensi adalah fakta yg belum terwujud. Jika dipikirkan hal itu akan bertingkat-tingkat, seberapa jauh tujuan itu relefan, tujan hidup sampai tujuan makan. Tujuan pasti berbeda-beda maka terapkanlah hal tersebut itu tempat berbeda.
Apakah bisa berfikir tanpa pengalaman?bisa. contohnya; Takut ngak dengan harimau padahal belum pernah berdekatan denga hewan itu. Dan adakah pengalaman tanpa berpikir? gunanya filsafat pengalaman kita dipikirkan. Sebagain besar orang tidak mampu melakukan pemikiran, sehingga kekuatan orang berpikir jikalau mereka mau berpikir.
Bagaimana agar cita sejati biar tidak memudar, jika cinta itu pada Ilahi apalah daya manusia untuk menuntikan sifat dalam pikiran itu.  Setiap orang mendefinisikan cinta dengan berbeda-beda dan konteksnya. 

Rabu, 03 Oktober 2012

PRO-MATHEMATICS (PRO-MATH): PYTHAGORAS DAN PENGIKUTNYA (SEJARAH PYTHAGORAS)

PRO-MATHEMATICS (PRO-MATH): PYTHAGORAS DAN PENGIKUTNYA (SEJARAH PYTHAGORAS): Sumber-sumber tentang matematika kuno hanya berdasarkan pada naskah-naskah  dan laporan yang ditulis dari masa Arab dan Nasrani. dengan kec...