Berfikir alami yaitu intuisi. Berfikil ilmiah
atau kebijakan matematika yang formal. Berfikir amali adalah berpikir
biasa, berpikir yang sumbernya campur, tetapi berfikir ilmiah yang membedakan
ialah objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis,
pola-pola di dalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir
ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, Menggunakan unsur-unsur
primitive. Tidak perlu didefinisikan. Berfikir ilmiah seperti; sainstific paper,
maka alirannya sainstificsem. Sainstific yang berkembang lebih lagi yaitu
research.
Research
itu Analitik, sintetik itu pengalaman. Analitik itu subjek sama denagn
predikat. Didunia ini tidak ada subjek sama dengan predikat itu hanya
dipikiran. Hanya Tuhan saja yang bisa. Manusia tidak akan sama dengan namanya.
Berbeda dengan Matematika. matematika itu pengadaian, karena matematika itu
dimisalkan.
Belajar filsafat
itu, belajar semakin hidup. Di dalam filsafat menemukan akuntabel. Akuntabel
seperti diberi amanah, apakah dapat dipercaya atau tidak. Hidup
ini 80%-90% mengandung intuisi. Kapan kita mengetahui ukuran besar dan kecil.
Tidaklah semua hal didunia itu bisa didefinisikan karena tidak tahu dari mana
kita melihatnya. Intuisi diperoleh dari cara interaktif.
Matematika
murni juga mengguankan intuisi, namanya intuisi murni. Sehingga intuisi itu
penting. Matematika sekolah intuisinya berpegangan pada hakekat matematika
sekolah. Bukan didefinisikan matematika sebagai ilmu, karena anak SMP
matematikanya adalah melakukan kegiatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar