Senin, 14 Januari 2013

BERFIKIR ALAMI DAN BERFIKIR ILMIAH



Berfikir alami yaitu intuisi. Berfikil ilmiah atau kebijakan matematika yang formal. Berfikir amali adalah berpikir biasa, berpikir yang sumbernya campur, tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, pola-pola di dalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, Menggunakan unsur-unsur primitive. Tidak perlu didefinisikan. Berfikir ilmiah seperti; sainstific paper, maka alirannya sainstificsem. Sainstific yang berkembang lebih lagi yaitu research.
Research itu Analitik, sintetik itu pengalaman. Analitik itu subjek sama denagn predikat. Didunia ini tidak ada subjek sama dengan predikat itu hanya dipikiran. Hanya Tuhan saja yang bisa. Manusia tidak akan sama dengan namanya. Berbeda dengan Matematika. matematika itu pengadaian, karena matematika itu dimisalkan.
Belajar filsafat itu, belajar semakin hidup. Di dalam filsafat menemukan akuntabel. Akuntabel seperti diberi amanah, apakah dapat dipercaya atau tidak.  Hidup ini 80%-90% mengandung intuisi. Kapan kita mengetahui ukuran besar dan kecil. Tidaklah semua hal didunia itu bisa didefinisikan karena tidak tahu dari mana kita melihatnya. Intuisi diperoleh dari cara interaktif.
Matematika murni juga mengguankan intuisi, namanya intuisi murni. Sehingga intuisi itu penting. Matematika sekolah intuisinya berpegangan pada hakekat matematika sekolah. Bukan didefinisikan matematika sebagai ilmu, karena anak SMP matematikanya adalah melakukan kegiatan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar