Rabu, 10 Oktober 2012

FILSAFAT ADALAH OLAH PIKIR REFLEKSIF


Berpikir refleksif berarti terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus menjadi pusat perhatian.
            Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apa baik dan benar menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran pikiran bersifat konsistensi.
Apa merenung menurut filsafat, kata merenungkan, itu dari sikologis, jika dimensinya diturunkan sama saja dengan berkaca dalam kehidupan sehari-hari. Ada cerminnya, sering digunakan dalam arti maya dan lebih rendah lagi yaitu bertinju segala yang ada dan yang mungkin ada itu menurut filsafat. Dalam konteks ini, Setinggi orang merenung, saya artikan merenung berpikir. Merenung repleksif.
Hakekat cinta sebagian tersembunyi dalam renung hatimu. Kata cinta juga kadang tidak mampu untuk diungkapakan. Jangan pernah kita merasa belajar filsafat sehingga mau merenungkan semua yang ada dalam urusan hati.
Menalurkan amarah, yang ada dan mungkin ada itulah objek berpikir. Ada di dalam, luar dan hatimu. Sama saja dengan pertanyaan. Amarah dalam pikiranmu, membicarakan sesuai arah dalam pikiranmu. Khakekat dari pada ilmu amarah dari masing-masing komponennya. Idenya silahkan amarahkan agar mendapatkan ilmu. Jangan sampai amarah di dalam hati. Bagaimana menjelaskan amarah dalam pikiran, apa yang kita lakukan sekarang berdiskusi ini sedang menjelaskannya. Amarah diluar pikiranku sudah spontanitas. 
Apa unsur terpenting dalam pendidikan karakter, mendefinisikan karekater dari siapa untuk siapa. Parsial, mempunyai motif. Karakter dosen dan mahasiswa berbeda dari apa yang dipikirkan. Tidak lain menurut filsafat yaitu sifat yang menempel dari objek. Ada bentuk operasional atau aktifiatsnya, ada usahanya. Menjatuhkan karekater sama saja menjatuhkan bom nuklir di kota Hirosima. Jangan memposisikan dirimu mendapatkan filsafat dari pak Marsigit. Melemahkan potensimu dengan membangun fasilitas bagi mahasiswaku dengan adanya blog dan elegy. Unsur utama menjatuhkan karakter adalah kuasa. Karakter awalanya dari physikologi.
Filsafat itu olah pikir refleksif, yang ada dan mungkin ada. Bagaimana jika hati dan pikiran bertentangan. Kritisilah hatimu dengan pikiran anda dan batasilah pikiran dengan hatimu.
Bagaimana jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, komponen kehidupan potensi dan fakta. Ketahuilah setiap fakta itu adalah potensi. Sebenar-benarnya hidup adalah potensi dan fakta. Tidak akan sama potensi dengan faktanya. Potensi pun kadang tidak sama dengan potensi. Filsafat ruang dan waktu seperti; angka 2 saja bisa berbeda 2 pertama dan 2 kedua.  Maka dari itu, dalam keadaan apapun jadikanlah hatimu selalu bersyukur.  

FILSAFAT RUANG DAN WAKTU

Filsafat itu peduli dengan ruang dan waktu, aturan, dan komitmen. Ilmu pengetahuan karena objek dari filsafat adalah yang ada yang mungkin ada. Filsafat itu oleh pikir mereka. Ini ada meliputi semua hal. Filsafat itu halus, lembut dan pada udara.
            Apakah hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apakah perbedaan dari berpikir biasa,ilmiah dan berpikir filsafat, berfikir biasa itu berpikir orang biasa sumbernya campur,orangnya juga campur tetapi berfikir ilmiah yang membedakan ialah objek dan metodenya dan berpikir filsafat itu sama yang membedakan objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis, polapoa didalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, dan berpikir filsafat itu adalah merangkun dari semua berpikir dan berfilsafat ilmu dan tidak lepas dari ilmu pengetahuan sedangkan kualitas dari berpikir biasa itu dapat dipercaya pada kualitas satu.
Mengapa filsafat tidak bisa lari dari filsafat. Jangankan para filsuf, bagi orang yg berfikirpun tidak akan lari dari filsafat , bahkan orang yg tidak berfikir filsafat padahal dia sedang berfilsafat. Filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.
Berapa banyak kebutuhan uyang dibutuhkan oleh ilsafat , kebutuhan filsafat masih banyak  selagi dirimu membutuhkan karena filsafat adalah dirimu sendiri.
Apa baik dan benar menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran pikiran bersifat konsistensi.
Apa penyakit hati menurut filsafat, penyakit hati obatnya dengan berdoa, sedangkan penyakit filsafat yaitu berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada.
Bagaimanan sikap kita kepada orang yg tidak suka pada kita? Istigfar. Berkaryalah melalui karya dan disenangi dengan orang  yang tidak menyukai kita.
Apa perbedaan tujuan dan cita-cita. Tujuan adalah fakta. Unsur datanya potensi dan fakta. Anda lahir itulah fakta, potensi adalah fakta yg belum terwujud. Jika dipikirkan hal itu akan bertingkat-tingkat, seberapa jauh tujuan itu relefan, tujan hidup sampai tujuan makan. Tujuan pasti berbeda-beda maka terapkanlah hal tersebut itu tempat berbeda.
Apakah bisa berfikir tanpa pengalaman?bisa. contohnya; Takut ngak dengan harimau padahal belum pernah berdekatan denga hewan itu. Dan adakah pengalaman tanpa berpikir? gunanya filsafat pengalaman kita dipikirkan. Sebagain besar orang tidak mampu melakukan pemikiran, sehingga kekuatan orang berpikir jikalau mereka mau berpikir.
Bagaimana agar cita sejati biar tidak memudar, jika cinta itu pada Ilahi apalah daya manusia untuk menuntikan sifat dalam pikiran itu.  Setiap orang mendefinisikan cinta dengan berbeda-beda dan konteksnya. 

Rabu, 03 Oktober 2012

PRO-MATHEMATICS (PRO-MATH): PYTHAGORAS DAN PENGIKUTNYA (SEJARAH PYTHAGORAS)

PRO-MATHEMATICS (PRO-MATH): PYTHAGORAS DAN PENGIKUTNYA (SEJARAH PYTHAGORAS): Sumber-sumber tentang matematika kuno hanya berdasarkan pada naskah-naskah  dan laporan yang ditulis dari masa Arab dan Nasrani. dengan kec...