Berpikir refleksif berarti
terarah/teratur, yakni berpikir untuk menjawab pertanyaan yang terus menerus
menjadi pusat perhatian.
Apakah
hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu
berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang
ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apa baik dan benar
menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya
silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran
pikiran bersifat konsistensi.
Apa merenung menurut
filsafat, kata merenungkan, itu dari sikologis, jika dimensinya diturunkan sama
saja dengan berkaca dalam kehidupan sehari-hari. Ada cerminnya, sering
digunakan dalam arti maya dan lebih rendah lagi yaitu bertinju segala yang ada dan
yang mungkin ada itu menurut filsafat. Dalam konteks ini, Setinggi orang
merenung, saya artikan merenung berpikir. Merenung repleksif.
Hakekat cinta sebagian
tersembunyi dalam renung hatimu. Kata cinta juga kadang tidak mampu untuk diungkapakan.
Jangan pernah kita merasa belajar filsafat sehingga mau merenungkan semua yang
ada dalam urusan hati.
Menalurkan amarah, yang
ada dan mungkin ada itulah objek berpikir. Ada di dalam, luar dan hatimu. Sama
saja dengan pertanyaan. Amarah dalam pikiranmu, membicarakan sesuai arah dalam
pikiranmu. Khakekat dari pada ilmu amarah dari masing-masing komponennya.
Idenya silahkan amarahkan agar mendapatkan ilmu. Jangan sampai amarah di dalam
hati. Bagaimana menjelaskan amarah dalam pikiran, apa yang kita lakukan
sekarang berdiskusi ini sedang menjelaskannya. Amarah diluar pikiranku sudah
spontanitas.
Apa unsur terpenting
dalam pendidikan karakter, mendefinisikan karekater dari siapa untuk siapa.
Parsial, mempunyai motif. Karakter dosen dan mahasiswa berbeda dari apa yang
dipikirkan. Tidak lain menurut filsafat yaitu sifat yang menempel dari objek.
Ada bentuk operasional atau aktifiatsnya, ada usahanya. Menjatuhkan karekater
sama saja menjatuhkan bom nuklir di kota Hirosima. Jangan memposisikan dirimu
mendapatkan filsafat dari pak Marsigit. Melemahkan potensimu dengan membangun
fasilitas bagi mahasiswaku dengan adanya blog dan elegy. Unsur utama
menjatuhkan karakter adalah kuasa. Karakter awalanya dari physikologi.
Filsafat itu olah pikir
refleksif, yang ada dan mungkin ada. Bagaimana jika hati dan pikiran bertentangan.
Kritisilah hatimu dengan pikiran anda dan batasilah pikiran dengan hatimu.
Bagaimana jika kenyataan
tidak sesuai dengan harapan, komponen kehidupan potensi dan fakta. Ketahuilah
setiap fakta itu adalah potensi. Sebenar-benarnya hidup adalah potensi dan
fakta. Tidak akan sama potensi dengan faktanya. Potensi pun kadang tidak sama dengan
potensi. Filsafat ruang dan waktu seperti; angka 2 saja bisa berbeda 2 pertama
dan 2 kedua. Maka dari itu, dalam
keadaan apapun jadikanlah hatimu selalu bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar