Filsafat itu peduli
dengan ruang dan waktu, aturan, dan komitmen. Ilmu pengetahuan karena objek
dari filsafat adalah yang ada yang mungkin ada. Filsafat itu oleh pikir mereka.
Ini ada meliputi semua hal. Filsafat itu halus, lembut dan pada udara.
Apakah
hakikat yang membedakan orang yang satu dengan yang satunya, hakikatnya itu
berdimensi setiap yang ada pada dirimu itu berpotensi membedakan dengan yang
ada pada orang lain, salah satu melihat itu dilihat dari sisi potensinya.
Apakah perbedaan dari
berpikir biasa,ilmiah dan berpikir filsafat, berfikir biasa itu berpikir orang
biasa sumbernya campur,orangnya juga campur tetapi berfikir ilmiah yang
membedakan ialah objek dan metodenya dan berpikir filsafat itu sama yang
membedakan objek dan metodenya. Berpikir biasa itu biasanya tidak sistematis,
polapoa didalam berpikir biasa itu tidak berpola sedangkan kalau berpikir
ilmiah itu diperkuat oleh logika dan diperkuat oleh epident, dan berpikir
filsafat itu adalah merangkun dari semua berpikir dan berfilsafat ilmu dan
tidak lepas dari ilmu pengetahuan sedangkan kualitas dari berpikir biasa itu
dapat dipercaya pada kualitas satu.
Mengapa filsafat tidak
bisa lari dari filsafat. Jangankan para filsuf, bagi orang yg berfikirpun tidak
akan lari dari filsafat , bahkan orang yg tidak berfikir filsafat padahal dia
sedang berfilsafat. Filsafat tidak lain tidak bukan adalah diriku sendiri.
Berapa banyak kebutuhan
uyang dibutuhkan oleh ilsafat , kebutuhan filsafat masih banyak selagi dirimu membutuhkan karena filsafat
adalah dirimu sendiri.
Apa baik dan benar
menurut filsafat, Baik dan benar menurut filsafat sampai baik benarnya
silsilah. Berbagai macam kebenaran hati bersifat absolute, sedangkan kebenaran
pikiran bersifat konsistensi.
Apa penyakit hati
menurut filsafat, penyakit hati obatnya dengan berdoa, sedangkan penyakit filsafat
yaitu berinteraksi dengan yang ada dan yang mungkin ada.
Bagaimanan sikap kita
kepada orang yg tidak suka pada kita? Istigfar. Berkaryalah melalui karya dan
disenangi dengan orang yang tidak
menyukai kita.
Apa perbedaan tujuan
dan cita-cita. Tujuan adalah fakta. Unsur datanya potensi dan fakta. Anda lahir
itulah fakta, potensi adalah fakta yg belum terwujud. Jika dipikirkan hal itu
akan bertingkat-tingkat, seberapa jauh tujuan itu relefan, tujan hidup sampai
tujuan makan. Tujuan pasti berbeda-beda maka terapkanlah hal tersebut itu
tempat berbeda.
Apakah bisa berfikir
tanpa pengalaman?bisa. contohnya; Takut ngak dengan harimau padahal belum
pernah berdekatan denga hewan itu. Dan adakah pengalaman tanpa berpikir?
gunanya filsafat pengalaman kita dipikirkan. Sebagain besar orang tidak mampu
melakukan pemikiran, sehingga kekuatan orang berpikir jikalau mereka mau
berpikir.
Bagaimana agar cita
sejati biar tidak memudar, jika cinta itu pada Ilahi apalah daya manusia untuk
menuntikan sifat dalam pikiran itu.
Setiap orang mendefinisikan cinta dengan berbeda-beda dan konteksnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar