Minggu, 09 Oktober 2011

MATH PROGRAMS FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA BY Dr. MARSIGIT

Reviewed by Mira Rahmawati (09301244016) Pendidikan Matematika Swadana

Meningkatkan tingkat intelektual rakyat dan memajukan kesejahteraan umum selalu menjadi keprihatinan utama dari pemerintah Indonesia. Tujuan sistem pendidikan meliputi: (a) meningkatkan pengabdian penuh kepada Allah SWT, (b) mengembangkan kecerdasan dan keterampilan individu; (c) mendorong sikap positif kemandirian dan pengembangan, (d) memastikan bahwa semua anak yang melek huruf. Dengan seperti itu,akan memberikan prioritas untuk memperluas kesempatan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, kejuruan-teknik pendidikan dan untuk melaksanakan perluasan bentuk wajib belajar pendidikan dasar 6 sampai 9 tahun.
Pendidikan tentang Matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia saat ini, memiliki indikasi bahwa prestasi anak dalam mata pelajaran matematika dan Ilmu rendah. Fakta ini mungkin sebagai hasil dari: (a) kekurangan kegiatan laboratorium; (b) kurangnya guru yang memiliki ilmu menguasai keterampilan pendekatan; (c) isi pada Matematika dan Ilmu kurikulum terlalu ramai, (d) waktu terlalu banyak memakan ketentuan administrasi bagi guru; (e) kurangnya peralatan laboratorium dan sumber daya manusia bagian laboratorium. Penelitian juga menunjukkan bahwa ketidakcocokan antara pendidikan tujuan, kurikulum, dan sistem evaluasi yang dapat diidentifikasi sebagai berikut: (a) Ujian Nasional hanya menilai kemampuan anak-anak secara kognitif saja; (b) Streaming di Sekolah Menengah mulai dari kelas 3. Dikatakan bahwa pelaksanaan sistem ini terlambat dan mempertimbangkan perbedaan individu yang tidak  tepat, (c) Universitas Ujian Masuk (UMPTN) Sistem dianggap memicu guru Sekolah Dasar dan Menengah menerapkan berorientasi tujuan dari pada proses berorientasi pada pengajaran Matematika dan Sains.
Kondisi seperti itu, dengan jalur kerjasama hubungan internasional antara lembaga pendidikan seperti mencari model-model alternatif dalam referensi pengalaman pendidikan misalnnya alternatif yang baik untuk masalah pendikan matematika dan sains yang tepat bagaimna, di Jepang bisa mendapatkan beberapa manfaat untuk: (a) mendiskusikan dan meningkatkan pelaksanaan kurikulum yang mencakup pengembangan buku teks, bahan ajar, metodologi pengajaran, dan penilaian, (b) memperkaya pengalaman pendidik matematika dan ilmu pengetahuan, (c) meningkatkan kualitas mengajar laboratorium pembelajaran dan pengembangan, (d) memecahkan matematika dan sains belajar mengajar masalah di sekolah, (e) merekomendasikan cara-cara meningkatkan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan, dan (f) memenuhi harapan masyarakat dari apa yang disebut praktik yang baik dari matematika dan pendidikan sains.
Kegiatan tukar pengalaman antara lembaga pendidikan mungkin bervariasi seperti: (a) melakukan seminar dan lokakarya, (b) melakukan kegiatan penelitian bersama, (c) penerbitan dan penyebarluasan hasil bertukar pengalaman dan atau jurnal, (d) membangun jaringan antar lembaga atau negara. Titik baik dari pendidikan Jepang yang bisa menjadi referensi meliputi: (a) rata-rata kemampuan guru dan kualitas kelas adalah relatif tinggi, (b) kelas desain yang tepat, mengajar, (c) lingkungan pendidikan, kondisi pendidikan dan seterusnya adalah homogen untuk seluruh negeri, (d) guru rajin, (e) prinsip kesetaraan, (f) pengertian guru tanggung jawab yang kuat, (g) pengobatan guru relatif baik, dan (h) guru sekolah umum harus pindah ke sekolah lain dalam beberapa tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar